Jakarta, LOGIC.co.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap tiga faktor utama penyebab keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaporkan terjadi dalam 17 kasus di 10 provinsi di Indonesia.
Kepala BPOM Taruna Ikrar memaparkan bahwa penyebab pertama berasal dari bahan pangan yang terkontaminasi, baik pada bahan mentah, air untuk mencuci makanan, lingkungan pengolahan, maupun kebersihan penjamah makanan yang kurang steril.
“Kontaminasi bisa terjadi dari air pencuci, bahan mentah yang tidak higienis, hingga penjamah makanan yang tidak steril,” jelas Taruna dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Rabu (21/5/2025).
Bakteri dan Sanitasi Jadi Penyebab Tambahan
Selain kontaminasi bahan pangan, penyebab kedua adalah pertumbuhan bakteri akibat kesalahan pengendalian suhu dan waktu. Taruna mencontohkan produk seperti susu yang mudah menjadi medium pertumbuhan bakteri jika tidak disimpan sesuai standar keamanan pangan.
Sementara itu, penyebab ketiga adalah kegagalan dalam sistem pengendalian keamanan pangan secara menyeluruh. Hal ini berkaitan langsung dengan kualitas sanitasi dan higienitas selama proses pengolahan hingga penyajian makanan.
“Kami akan memasukkan semua temuan ini ke dalam pelatihan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar pelaksana program lebih siap mencegah keracunan sejak awal,” ujar Taruna.
Presiden Prabowo Klaim Keberhasilan 99,99 Persen, Tapi Tetap Minta Evaluasi
Menanggapi laporan keracunan MBG, Presiden Prabowo Subianto tetap mengklaim bahwa program ini berjalan dengan sangat baik, dengan tingkat keberhasilan sebesar 99,99 persen. Klaim tersebut didasarkan pada total penerima program yang mencapai sekitar 3 juta orang, sementara jumlah kasus keracunan tercatat lebih dari 200 orang, dengan hanya 5 orang yang sempat dirawat inap.
“Kalau dilihat dari 200 orang yang mengalami gangguan pencernaan dari 3 jutaan penerima, itu hanya 0,005 persen. Artinya program ini berhasil sebesar 99,99 persen,” ujar Prabowo dalam sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (5/5/2025).
Meski demikian, Prabowo tetap menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang toleransi terhadap kasus keracunan, dan meminta seluruh jajaran kementerian serta lembaga untuk tidak cepat puas atas capaian yang ada.
“Saya tetap ingatkan, target kita ke depan adalah tidak boleh ada kasus keracunan lagi,” tegasnya.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu agenda unggulan pemerintah untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas gizi anak-anak Indonesia, dan akan terus diperluas cakupannya setiap tahun.
