214 Siswa di Bogor Jadi Korban Keracunan MBG, BGN Turun Tangan Uji Lab

Bogor, LOGIC.co.id – Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat menyusul insiden keracunan massal yang diduga berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bogor, Jawa Barat. Kasus ini menimbulkan kekhawatiran luas, setelah tercatat ratusan siswa menjadi korban.

Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, mengatakan pihaknya langsung mengirim tim untuk melakukan investigasi menyeluruh. “Tim kami segera melakukan uji laboratorium terhadap bahan makanan dan makanan yang telah dimasak, untuk memastikan penyebab keracunan,” ujar Tigor dalam keterangan resmi, Selasa (10/5/2025).

- Advertisement -

Biaya Pengobatan Ditanggung BGN

BGN memastikan bahwa seluruh korban keracunan akan mendapatkan penanganan medis tanpa beban biaya. “Setiap korban diberikan asuransi kesehatan. Kami bekerja sama dengan Puskesmas untuk menanggung seluruh biaya pengobatan,” tegas Tigor.

Langkah cepat ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab BGN terhadap program MBG yang menyasar siswa sekolah dengan menu makanan bergizi.

Evaluasi dan Teguran untuk Pengelola Makanan

Selain memberikan penanganan medis, BGN juga akan melakukan pembenahan sistem pengelolaan makanan. Tigor menyebutkan bahwa teguran keras akan dilayangkan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti lalai.

- Advertisement -

“Setiap kasus keracunan akan kami telusuri. Sampel makanan disimpan dan akan diuji validitasnya. Jika terbukti bahan makanan seperti ikan tongkol dalam kondisi tidak layak, maka SPPG akan mendapat sanksi tegas,” jelasnya.

BGN juga berencana memberikan pelatihan kepada para penjamah makanan agar kasus serupa tidak terulang. Proses pengadaan bahan baku makanan juga menjadi fokus utama dalam evaluasi.

Supplier Makanan Bisa Diblacklist

Menurut Tigor, apabila ditemukan ketidaksegaran atau kejanggalan dari bahan makanan yang digunakan, maka BGN tidak segan untuk menelusuri sumbernya. Jika terbukti bahwa pemasok makanan menjadi penyebab masalah, maka mereka akan mendapatkan teguran keras hingga kemungkinan pemutusan kerja sama.

- Advertisement -

“Kami akan cek siapa supplier-nya. Kalau tidak ada perbaikan dari pihak pemasok, kami akan hentikan kerja sama tersebut,” tegasnya.

214 Siswa Jadi Korban, 12 Sekolah Terdampak

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Bogor, hingga Sabtu (10/5/2025), jumlah korban keracunan program MBG telah mencapai 214 siswa, meningkat dari sebelumnya 210 siswa. Kasus ini menyebar setelah dapur milik SPPG Bosowa Bina Insani mendistribusikan makanan ke 12 sekolah.

Berikut rincian sekolah yang terdampak:

  • TK Bosowa Bina Insani: 25 siswa
  • SD Bosowa Bina Insani: 10 siswa
  • SMP Bosowa Bina Insani: 94 siswa
  • SMA Bosowa Bina Insani: 1 siswa
  • SDN Kukupu 3: 8 siswa
  • SDN Kedung Waringin: 7 siswa
  • SDN Kedung Jaya 1: 16 siswa
  • SDN Kedung Jaya 2: 45 siswa
  • SMP Bina Graha: 8 siswa

BGN Tegaskan Komitmen Jalankan Program MBG Tanpa Risiko

Tigor menegaskan bahwa BGN terus berupaya menjadikan program Makan Bergizi Gratis sebagai program tanpa insiden. “Kami ingin program ini berjalan dengan zero accident, tanpa kasus keracunan. Ini adalah misi kami dan juga misi Presiden. Saat ini ada 1.200 dapur MBG, dan pengawasan ketat harus terus dilakukan,” katanya.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak untuk meningkatkan pengawasan terhadap program MBG demi keselamatan dan kesehatan siswa yang menjadi target penerima manfaat.

Baca Juga
TERKAIT
TERKINI