Bogor, LOGIC.co.id – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan akan menjatuhkan teguran keras kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bogor yang bertanggung jawab dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), menyusul insiden keracunan massal yang melibatkan ratusan siswa.
Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera mengambil langkah tegas jika hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa sumber keracunan berasal dari makanan yang disiapkan oleh SPPG.
“Jika terbukti dari hasil uji lab bahwa makanan yang disajikan tidak layak, maka kami akan memberikan teguran keras kepada satuan pelayanan yang bertanggung jawab,” ujar Tigor dalam keterangan resminya, Selasa (10/5/2025).
Tigor menambahkan, setiap sampel makanan dalam program MBG selalu disimpan sebagai bagian dari pengawasan. Jika ditemukan bahan makanan yang tidak segar, seperti ikan tongkol yang sudah tidak layak konsumsi, maka langkah evaluasi dan sanksi akan segera diterapkan.
Sebagai bagian dari pencegahan, BGN akan memberikan pelatihan tambahan kepada seluruh satuan pelayanan di daerah terkait. Tak hanya itu, pemasok bahan makanan juga tak luput dari pengawasan.
“Jika penyebab keracunan berasal dari bahan baku, kami akan telusuri siapa pemasoknya. Bila ditemukan kelalaian, kami akan memberikan teguran dan jika tidak ada perbaikan, kerja sama dengan supplier akan kami hentikan,” tegas Tigor.
Saat ini, BGN telah melakukan pengujian laboratorium terhadap bahan makanan dan hidangan yang dikonsumsi para korban. Dalam penanganannya, BGN juga memastikan seluruh biaya medis korban keracunan akan ditanggung melalui kerja sama dengan puskesmas setempat.
“Para korban mendapatkan asuransi kesehatan, dan seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh BGN,” imbuh Tigor.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Bogor melaporkan bahwa jumlah korban keracunan akibat program MBG terus bertambah. Per Sabtu (10/5/2025), total korban mencapai 214 orang, meningkat dari sebelumnya 210 orang.
Insiden ini bermula dari dapur milik SPPG Bosowa Bina Insani yang melayani distribusi makanan bergizi ke 12 sekolah berbeda di Kota Bogor.
Sekolah yang Mengalami Keracunan MBG di Bogor:
- TK Bosowa Bina Insani: 25 siswa
- SD Bosowa Bina Insani: 10 siswa
- SMP Bosowa Bina Insani: 94 siswa
- SMA Bosowa Bina Insani: 1 siswa
- SDN Kukupu 3: 8 siswa
- SDN Kedung Waringin: 7 siswa
- SDN Kedung Jaya 1: 16 siswa
- SDN Kedung Jaya 2: 45 siswa
- SMP Bina Graha: 8 siswa
Kasus ini menjadi perhatian serius dari pemerintah, khususnya dalam memastikan kualitas dan keamanan makanan pada program MBG ke depannya.
