Israel Gempur Gaza, 58 Warga Palestina Tewas: Operasi Darat Mulai Disiapkan

Yerusalem, LOGIC.co.id - Serangan udara terbaru yang dilancarkan Israel di Jalur Gaza kembali memakan korban jiwa. Sedikitnya 58 warga Palestina dilaporkan tewas dalam serangan udara sepanjang malam, menurut otoritas kesehatan setempat, Sabtu (18/5). Aksi ini menandai eskalasi besar menuju kemungkinan serangan darat baru oleh militer Israel.

Sejak Kamis, lebih dari 300 warga Gaza telah meninggal dunia akibat gempuran udara Israel, menjadikannya salah satu periode paling mematikan sejak gencatan senjata runtuh pada bulan Maret lalu.

- Advertisement -

“Sejak tengah malam, kami menerima 58 jenazah. Banyak korban lainnya masih tertimbun reruntuhan. Situasi di rumah sakit sangat memprihatinkan,” kata Marwan Al-Sultan, Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara.

Di sisi lain, militer Israel menyatakan bahwa pihaknya sedang melancarkan serangan besar-besaran dan tengah memobilisasi pasukan darat sebagai bagian dari persiapan memperluas operasi militer di Gaza. Operasi ini bertujuan mencapai “kendali operasional” di beberapa wilayah kantong Palestina tersebut.

Langkah ofensif ini merupakan bagian dari tahap awal "Operasi Gerobak Gideon", yang menurut Israel bertujuan untuk melumpuhkan Hamas dan membebaskan para sandera yang masih ditahan.

- Advertisement -

Seorang pejabat pertahanan Israel sebelumnya menyebut bahwa operasi besar tersebut tidak akan dimulai sebelum Presiden AS Donald Trump menyelesaikan kunjungan diplomatiknya di Timur Tengah, yang berakhir pada Jumat (17/5). Namun, kunjungan itu tampaknya tidak menghasilkan kemajuan berarti dalam mendorong gencatan senjata baru.

Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan bahwa Gaza kini berada di ambang kelaparan menyusul pemblokiran bantuan kemanusiaan oleh Israel selama lebih dari 76 hari. Kepala bantuan kemanusiaan PBB, Tom Fletcher, bahkan mempertanyakan apakah Dewan Keamanan PBB akan bertindak untuk "mencegah genosida."

Presiden Trump mengakui krisis kelaparan yang semakin memburuk di Gaza dan mendesak pentingnya penyaluran bantuan, seiring meningkatnya tekanan internasional terhadap Israel untuk membuka kembali jalur bantuan dan memulai kembali perundingan gencatan senjata.

- Advertisement -

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya menyatakan bahwa pemerintahannya tengah merencanakan operasi militer besar-besaran terhadap Hamas. Rencana tersebut disetujui oleh kabinet keamanan Israel dan mencakup opsi untuk mengambil alih seluruh wilayah Gaza serta mengendalikan distribusi bantuan kemanusiaan di sana.

Israel menyatakan tujuan utamanya adalah menghancurkan kekuatan militer dan struktur pemerintahan Hamas. Organisasi tersebut dianggap bertanggung jawab atas serangan terhadap wilayah Israel pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan sekitar 250 warga Israel disandera.

Konflik ini telah menyebabkan kehancuran besar di Jalur Gaza yang padat penduduk. Menurut data otoritas kesehatan setempat, lebih dari 53.000 warga Palestina telah tewas, dan hampir seluruh populasi terpaksa mengungsi dari rumah mereka.

Baca Juga
TERKAIT
TERKINI