Jakarta, LOGIC.co.id – Polemik terkait keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo akhirnya terjawab. Bareskrim Polri menegaskan bahwa ijazah Sarjana Kehutanan milik Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah asli, berdasarkan hasil uji laboratorium forensik yang menyeluruh.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro, menjelaskan bahwa hasil uji forensik menyatakan ijazah Jokowi identik dengan ijazah rekan seangkatannya.
“Dari hasil penelitian, antara dokumen bukti dan pembanding dinyatakan identik atau berasal dari satu produk yang sama,” ujar Djuhandhani dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (22/5/2025).
Pengujian mencakup berbagai aspek teknis seperti bahan kertas, pengaman dokumen, cap stempel, tinta tanda tangan dekan dan rektor, serta teknik pencetakan.
Klarifikasi Resmi dari Fakultas Kehutanan UGM
Sebelum hasil forensik dari Bareskrim dirilis, pihak Fakultas Kehutanan UGM juga telah menyampaikan klarifikasi resmi terkait keaslian ijazah dan skripsi Jokowi.
Dalam pernyataan yang diterbitkan melalui laman resmi UGM pada Jumat (21/3/2025), Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Prof. Sigit Sunarta, memastikan bahwa Jokowi benar-benar kuliah dan lulus dari fakultas tersebut.
“Ijazah dan skripsi Joko Widodo adalah asli. Beliau kuliah di sini, dikenal oleh teman seangkatannya, aktif di organisasi mahasiswa Silvagama, menempuh banyak mata kuliah, serta menyusun skripsi. Maka ijazah yang dikeluarkan oleh UGM adalah sah,” ujar Sigit.
Sigit juga menanggapi isu mengenai penggunaan font Times New Roman yang diklaim belum ada saat Jokowi lulus. Ia menyebut tudingan itu menyesatkan, karena font tersebut sudah lazim digunakan pada masa itu.
“Skripsi Jokowi memiliki 91 halaman, seluruh isi diketik manual dengan mesin ketik. Adapun sampul dan lembar pengesahan dicetak di percetakan, dan itu umum terjadi di era tersebut,” jelasnya.
Penyelidikan Berakhir, Polemik Ditutup
Sebelumnya, laporan dugaan ijazah palsu terhadap Jokowi dilayangkan oleh Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA). Namun, setelah penyelidikan menyeluruh termasuk klarifikasi ke pihak UGM, Bareskrim memastikan tidak ada unsur pidana dalam kasus tersebut.
Dengan pernyataan resmi dari dua lembaga kredibel—Bareskrim Polri dan Universitas Gadjah Mada—polemik panjang terkait keaslian ijazah Jokowi pun dinyatakan selesai.
