Muzaffarabad, New Delhi, LOGIC.co.id, - Hubungan India dan Pakistan kembali memanas setelah India meluncurkan serangan rudal ke wilayah Pakistan dan Kashmir Pakistan pada Rabu (7/5/2025). Ini menjadi bentrokan terburuk dalam lebih dari dua dekade antara dua negara bersenjata nuklir tersebut.
Militer Pakistan menyebut serangan itu menewaskan sedikitnya 31 warga sipil dan melukai 46 lainnya. Dalam pidato televisi, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif bersumpah akan membalas serangan India.
"Untuk kesalahan terang-terangan yang India lakukan tadi malam, mereka akan membayar mahal," tegas Shehbaz dalam siaran langsung di PTV.
Serangan Militer Besar-Besaran India
India mengklaim telah menghantam sembilan lokasi yang disebut sebagai infrastruktur kelompok militan, termasuk yang diduga terkait serangan bulan lalu di Kashmir India yang menewaskan 25 turis Hindu dan satu warga lokal.
Menteri Pertahanan India Rajnath Singh mengatakan semua target berhasil dihancurkan secara presisi. Ia menegaskan bahwa India menghindari korban sipil dalam serangan tersebut.
Namun, pihak Pakistan membantah tuduhan adanya kamp teroris di wilayah mereka. Militer Pakistan menyatakan semua lokasi yang diserang merupakan wilayah sipil, termasuk sebuah masjid dan madrasah di pusat Kota Muzaffarabad yang hancur akibat lima serangan rudal India, menewaskan tiga orang.
Klaim Jet Tempur Ditembak Jatuh
Kementerian Pertahanan Pakistan mengklaim telah menembak jatuh lima jet tempur dan drone India, meskipun pernyataan ini belum dikonfirmasi oleh pihak India.
Namun, sumber pemerintah di Kashmir India mengatakan tiga jet India jatuh di wilayah Himalaya dan pilotnya sedang dirawat di rumah sakit. India sendiri belum memberikan komentar resmi terkait insiden ini.
Gambar serpihan logam besar yang diyakini bagian dari jet tempur beredar di media lokal, namun keasliannya belum dapat diverifikasi.
Operasi "Sindoor" dan Target Masood Azhar
India menamai serangan ini sebagai "Operasi Sindoor", menargetkan kelompok militan Jaish-e-Mohammed dan Lashkar-e-Taiba. India mengklaim bahwa sepuluh kerabat Masood Azhar, pemimpin Jaish-e-Mohammed yang pernah dibebaskan dalam pertukaran sandera pada 1999, tewas dalam serangan ini.
Pemerintah India juga menyatakan dua dari tiga pelaku serangan di Kashmir bulan lalu adalah warga Pakistan, meski belum membeberkan bukti rinci.
Ketegangan Internasional dan Risiko Perang
Ketegangan ini terjadi di saat krisis ekonomi Pakistan masih belum sepenuhnya pulih. Pemerintah Pakistan tengah berupaya menstabilkan ekonomi dan memenuhi syarat program pinjaman IMF sebesar $7 miliar.
Sebanyak 57 pesawat komersial sedang terbang di wilayah udara Pakistan saat serangan terjadi, membahayakan ribuan nyawa dari berbagai maskapai termasuk Saudi, Qatar, UEA, Thailand, Korea Selatan, dan China.
Di sisi diplomatik, India telah menginformasikan kepada 13 duta besar asing bahwa jika Pakistan membalas, India juga akan merespons. Hal ini memicu kekhawatiran dunia internasional akan eskalasi konflik.
Amerika Serikat, PBB, China, Rusia, dan Inggris menyerukan agar kedua negara menahan diri.
"Saya ingin melihat mereka berhenti, dan jika saya bisa membantu, saya akan siap," kata Presiden AS Donald Trump.
Keseimbangan Militer antara India dan Pakistan
Bagaimana kekuatan pertahanan kedua negara ini dibandingkan?

Dampak Ekonomi dan Penerbangan
Indeks saham Pakistan sempat turun hampir 6% sebelum akhirnya ditutup melemah 2,2%. Rupee India juga melemah hampir 0,5% terhadap dolar AS.
Beberapa maskapai membatalkan penerbangan ke wilayah India dan Pakistan karena penutupan bandara dan wilayah udara.
