Jakarta, LOGIC.co.id – Pemerintah terus menggenjot program pembangunan Sekolah Rakyat, dengan target sebanyak 200 sekolah rampung pada tahun 2025. Namun hingga April 2025, baru 53 Sekolah Rakyat yang dinyatakan siap digunakan untuk tahun ajaran 2025/2026.
Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Ia menyebut pemerintah masih perlu membangun sekitar 147 sekolah baru demi mencapai target.
"Untuk tahun ini direncanakan yang baru kurang lebih di paling tidak mencapai 200 titik. Jadi yang dibangun baru kurang lebih di 140-an," kata Prasetyo dalam keterangan tertulis, Kamis (17/4/2025).
53 Sekolah Siap, Tapi Perlu Renovasi
Dari total 200 Sekolah Rakyat yang ditargetkan, sebanyak 53 sekolah saat ini telah siap menjalankan fungsinya. Namun, sekolah-sekolah tersebut sebagian besar menggunakan aset milik Kementerian Sosial (Kemensos) dan pemerintah daerah, sehingga masih perlu penyesuaian.
"Tentunya di situ butuh perbaikan, renovasi, penambahan fasilitas supaya bisa dipakai untuk kegiatan belajar-mengajar," ujar Prasetyo.
Sisa 147 sekolah lainnya merupakan pembangunan baru yang harus segera dimulai agar dapat digunakan tepat waktu.
Lahan 5 Hektare Jadi Syarat Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) juga mengajak kepala daerah untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Sekolah Rakyat. Ia menegaskan bahwa Kemensos memberi ruang selebar-lebarnya bagi daerah yang ingin mendukung program ini, asalkan memenuhi syarat penyediaan lahan minimal 5 hektare.
"Kemensos membuka ruang selebar-lebarnya bagi daerah yang siap mendukung program Sekolah Rakyat, terutama dari sisi penyediaan lahan minimal 5 hektare," jelas Gus Ipul.
Pemerintah daerah dipersilakan mengajukan permohonan ke Kemensos, yang nantinya akan diproses melalui asesmen khusus.
Proposal Mulai Diajukan, Desk Lintas Kementerian Dibuka
Gus Ipul menyampaikan bahwa beberapa kepala daerah sudah mulai mengajukan proposal pembangunan Sekolah Rakyat. Untuk mempercepat proses, Kemensos membuka desk lintas kementerian selama tiga hari ke depan, guna melayani proposal dan pertanyaan dari kabupaten/kota.
"Kami berterima kasih gubernur dan bupati/wali kota menyambut ini dengan baik," kata Gus Ipul.
Program Sekolah Rakyat merupakan langkah pemerintah dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di berbagai daerah. Namun, pencapaian target 200 sekolah pada 2025 masih memerlukan kolaborasi aktif antara pusat dan daerah, khususnya dalam penyediaan lahan dan percepatan pembangunan infrastruktur.
