Nilai UTBK SNBT 2025 Semakin Menurun, Panitia SNPMB Ungkap Penyebabnya

LOGIC.co.id – Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025 mencatat adanya tren penurunan nilai dalam pelaksanaan Ujian Tertulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) tahun ini. Penurunan nilai ini terjadi seiring bertambahnya sesi pelaksanaan ujian.

Sekretaris SNPMB, Bekti Cahyo Hidayanto, mengungkapkan bahwa nilai peserta justru semakin memburuk di sesi-sesi belakangan.

- Advertisement -

"Data kami justru nilai peserta semakin sesinya ke belakang semakin jelek," ujar Bekti, dikutip dari kanal YouTube SNPMB pada Sabtu (17/5/2025).

Penyebab Penurunan Nilai: Terlalu Fokus Hafalan Soal

Bekti menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi karena banyak peserta lebih memilih menghafal soal-soal dari sesi sebelumnya yang beredar di media sosial, dibanding mempersiapkan diri dengan pemahaman konsep.

"Padahal enggak sama, mungkin mirip, tetapi berbeda. Dan kalian daya juang dan daya nalarnya menjadi rendah," jelasnya.

- Advertisement -

Ia menegaskan bahwa soal UTBK SNBT didesain berbeda di setiap sesi, meskipun ada kemiripan struktur atau pola. Pendekatan menghafal tanpa memahami materi justru menurunkan daya nalar peserta, yang menjadi salah satu penilaian utama dalam UTBK SNBT.

Alasan Pengumuman Nilai UTBK SNBT Butuh Waktu Lama

Dalam kesempatan tersebut, Bekti juga menjelaskan alasan mengapa pengumuman hasil UTBK SNBT tidak bisa dilakukan secara cepat. Hal ini karena panitia menerapkan metode Item Response Theory (IRT) untuk mengolah nilai.

IRT adalah metode pembobotan yang mempertimbangkan tingkat kesulitan soal berdasarkan respons peserta di seluruh sesi ujian.

- Advertisement -

"Soal yang dijawab banyak benar pada satu sesi, maka soal itu beratnya menjadi rendah. Soal yang dijawab sedikit benar oleh semua peserta dari Sabang sampai Merauke, maka soal itu akan memiliki bobot yang tinggi," jelas Bekti.

Dengan pendekatan ini, panitia memastikan adanya penyetaraan nilai antar sesi. Artinya, peserta dari sesi mana pun tetap mendapat nilai yang adil meski mengerjakan soal yang berbeda.

"Setiap sesi beda. Kemudian dalam sesi yang sama, setiap peserta juga nanti akan ada bobot," lanjutnya.

Pesan SNPMB: Tingkatkan Daya Nalar, Bukan Sekadar Hafalan

Bekti berharap para peserta UTBK SNBT di tahun-tahun mendatang dapat lebih mempersiapkan diri dengan memperkuat pemahaman dan daya nalar, bukan sekadar mengandalkan hafalan soal yang beredar.

SNPMB menekankan bahwa kualitas pendidikan tinggi di Indonesia ditentukan dari integritas dan kesiapan peserta dalam menghadapi ujian dengan cara yang benar dan jujur.

Baca Juga
TERKAIT
TERKINI