Gates Foundation Tegaskan Tak Terlibat dalam Program MBG

Jakarta, LOGIC.co.id - Gates Foundation menyatakan tidak terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia. Fokus utama lembaga tersebut tetap pada peningkatan nutrisi dan penurunan angka stunting untuk anak di bawah usia lima tahun (balita).

Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Gates Foundation untuk Asia Selatan dan Tenggara, Hari Menon, saat menghadiri acara di Jakarta, Rabu (7/5/2025). Menon menjelaskan bahwa kunjungan Bill Gates ke sekolah di Indonesia baru-baru ini hanya bagian dari agenda spontan, bukan bentuk dukungan terhadap program MBG.

- Advertisement -

"Jadi, kami belum terlibat dalam program (MBG) di sekolah, baik pada desainnya maupun implementasinya, sehingga tidak (dapat) memberikan saran (terkait program itu) saat ini," kata Hari Menon.

Menurut Menon, pendekatan kerja Gates Foundation dimulai dengan melihat apa yang menjadi prioritas pemerintah negara mitra, kemudian mencari kemungkinan kontribusi melalui pengalaman, keahlian, dan solusi yang dimiliki. Namun, keterlibatan itu tidak selalu berarti dukungan finansial.

Selama lebih dari dua dekade, Gates Foundation telah berinvestasi untuk memahami berbagai isu kesehatan global, mulai dari faktor pemicu malnutrisi anak, risiko kesehatan pada ibu hamil, hingga penyebab bayi lahir prematur atau mengalami gangguan tumbuh kembang.

- Advertisement -

Selain itu, Gates Foundation memiliki inisiatif Exemplars in Global Health, yang mendokumentasikan dan menganalisis kisah sukses di berbagai negara dalam bidang kesehatan, nutrisi, dan ekonomi. Indonesia termasuk salah satu negara yang dinilai berhasil dalam menurunkan angka stunting.

"Kami juga, saya kira, mendokumentasikan Indonesia, karena penurunan stunting di Indonesia begitu mengagumkan. Itu sudah turun, saya kira, dari 35 persen ke 21 persen, sebuah perubahan yang mengagumkan, karena stunting begitu sulit diubah," jelasnya.

Menon menambahkan, Gates Foundation bersedia memberikan dukungan jika memang diundang secara resmi oleh Pemerintah Indonesia, dan jika keahlian mereka dirasa relevan dengan kebutuhan program yang sedang berjalan.

- Advertisement -

"Hanya ketika (pengalaman dan keahlian kami) dibutuhkan kami mau berkontribusi," tegasnya.

Sebagai contoh, Gates Foundation saat ini aktif dalam mendukung upaya eliminasi tuberkulosis (TB) di Indonesia, dengan memperluas penggunaan teknologi diagnosis berbasis saliva dan pengembangan vaksin generasi terbaru.

Baca Juga
TERKAIT
TERKINI