Sisa Amunisi Ditemukan di Belakang Rumah Warga Usai Ledakan Maut di Garut

Garut, LOGIC.co.id – Setelah insiden ledakan maut yang menewaskan 13 orang di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Garut, Jawa Barat, kini ditemukan tumpukan bungkus amunisi yang diduga sisa dari kejadian tersebut. Menariknya, tumpukan tersebut tidak berada di area resmi militer, melainkan di belakang rumah warga yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi ledakan.

Pantauan tim LOGIC.co.id pada Selasa (13/5/2025), terlihat tumpukan besi berwarna hijau tua bertuliskan "amunisi" dan "mudah meledak" yang ditinggalkan begitu saja tanpa pengamanan dari TNI maupun Polri. Lokasinya berada di belakang rumah warga sekaligus di depan sebuah warung yang tutup dan dalam keadaan sepi.

- Advertisement -

Warga: "Itu Hanya Bungkus Mortir"

Asep (47), salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi, mengaku bahwa tumpukan tersebut bukan disembunyikan, melainkan hanya dibiarkan di sana karena dianggap sebagai sisa bungkus mortir yang sudah kosong.

"Ini disimpan saja, tidak disembunyikan. Ini hanya sisa bungkus mortir saja," ujar Asep kepada LOGIC.co.id.

Meski disebut kosong, keberadaan tumpukan itu tetap menimbulkan pertanyaan mengenai prosedur penanganan sisa bahan peledak militer, terlebih setelah insiden mematikan yang baru saja terjadi.

- Advertisement -

Tak Dijaga, Tak Disterilkan

Yang mencengangkan, tidak terlihat satu pun petugas keamanan yang menjaga area penemuan tumpukan tersebut. Padahal, peringatan bahaya masih terpampang jelas di lokasi utama ledakan, termasuk plang bertuliskan "Dilarang Masuk Daerah Penghancuran Amunisi Akhir Gupusmu III" lengkap dengan simbol tengkorak.

Sementara itu, lokasi ledakan yang berjarak sekitar 500 meter dari Jalan Nasional wilayah perbukitan Gunung Sancang masih dijaga ketat oleh personel Brimob bersenjata laras panjang serta anggota TNI. Pihak TNI dan kepolisian melarang pengambilan gambar atau akses ke lokasi utama dengan alasan penyelidikan masih berlangsung.

Dugaan Kronologi Ledakan

Seperti diberitakan sebelumnya, ledakan hebat terjadi pada Senin pagi (12/5/2025) saat proses pemusnahan amunisi kedaluwarsa oleh TNI AD. Sebanyak 13 orang tewas dalam insiden tersebut, terdiri dari 4 anggota TNI dan 9 warga sipil. Ledakan diduga dipicu oleh detonator yang meledak lebih dulu saat sedang dipasang di sebuah lubang penghancur dekat pesisir pantai.

- Advertisement -

Kejadian tragis ini memicu reaksi keras dari publik dan DPR RI yang mendesak evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) pemusnahan amunisi militer, termasuk pengamanan terhadap masyarakat sekitar.

Baca Juga
TERKAIT
TERKINI