Serangan Udara Terbesar Rusia Tewaskan 12 Orang di Ukraina, Termasuk Anak-anak

LOGIC.co.idRusia meluncurkan serangan udara terbesar sejak invasi ke Ukraina dimulai, dengan menembakkan total 367 drone dan rudal ke sejumlah kota, termasuk ibu kota Kyiv, pada malam 25 Mei 2025. Serangan ini menewaskan setidaknya 12 orang, termasuk tiga anak-anak di wilayah utara Zhytomyr, serta melukai lebih dari 60 orang lainnya, menurut pejabat Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam keras serangan tersebut dan menyoroti diamnya negara-negara besar, khususnya Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, yang dinilai mengambil sikap lebih lunak terhadap Rusia dan Presiden Vladimir Putin.

- Advertisement -

"Diamnya Amerika, diamnya negara-negara lain di dunia hanya mendorong Putin," tulis Zelensky di Telegram.
"Setiap serangan teroris Rusia seperti ini sudah cukup menjadi alasan untuk sanksi baru terhadap Rusia."

Perang Rusia Ukraina
Ledakan drone menerangi langit di atas kota selama serangan drone Rusia, di tengah agresi Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina, 25 Mei 2025. (Foto: LOGIC.co.id)

Serangan Terbesar Sepanjang Perang

Juru bicara Angkatan Udara Ukraina menyatakan bahwa Rusia meluncurkan 298 drone dan 69 rudal, dengan 266 drone dan 45 rudal berhasil ditembak jatuh. Meski tidak menjadi serangan paling mematikan, ini adalah serangan dengan jumlah senjata terbanyak sepanjang perang tiga tahun ini.

Menteri Dalam Negeri Ihor Klymenko menyebut serangan itu sebagai "serangan gabungan yang kejam terhadap warga sipil", menunjukkan tujuan utama Rusia adalah "menebar ketakutan dan kematian".

- Advertisement -

Kerusakan besar dilaporkan di sejumlah kota besar, termasuk Kharkiv, Mykolaiv, dan Ternopil. Di ibu kota Kyiv, 11 orang terluka, sementara empat orang tewas di wilayah sekitarnya.

Korban Sipil dan Dampak Regional

Di Kharkiv, serangan drone menghantam tiga distrik kota dan melukai tiga orang. Wali Kota Ihor Terekhov menyatakan sejumlah jendela apartemen hancur akibat ledakan. Di Mykolaiv, seorang pria berusia 77 tahun tewas, dan lima lainnya luka-luka. Gubernur setempat merilis foto gedung apartemen yang rusak parah akibat serangan.

Wilayah Khmelnytskyi di bagian barat Ukraina juga terkena dampak, dengan empat orang tewas dan lima luka-luka – lokasi ini jauh dari garis depan perang, menandakan meluasnya cakupan serangan.

- Advertisement -

Serangan Bertubi-tubi

Ini adalah serangan besar kedua dalam dua hari terakhir. Pada malam sebelumnya, Rusia juga meluncurkan puluhan drone dan rudal balistik ke Kyiv dalam serangan bertahap sepanjang malam.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan berhasil menghancurkan 95 drone Ukraina dalam empat jam terakhir, termasuk 12 drone yang ditujukan ke Moskow, menurut Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin.

Seruan untuk Gencatan Senjata dan Sanksi Tambahan

Serangan ini terjadi di tengah upaya pertukaran tahanan antara Ukraina dan Rusia yang memasuki hari ketiga, masing-masing akan menukar 1000 tahanan. Selain itu, Ukraina dan sekutu Eropa berusaha mendorong gencatan senjata 30 hari sebagai langkah awal menuju penyelesaian konflik. Namun, upaya ini terhambat ketika Presiden Trump menolak menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia karena tidak menyetujui penghentian pertempuran.

Andriy Yermak, Kepala Staf Presiden Ukraina, menekankan bahwa tanpa tekanan global, Rusia akan terus membangun kekuatan dan menyebarkan ancaman ke negara-negara Barat.

"Moskow akan terus berperang selama mereka memiliki kemampuan memproduksi senjata," tulisnya.

Baca Juga
TERKAIT
TERKINI