Jakarta, LOGIC.co.id – Platform konten dewasa populer, OnlyFans, dikabarkan tengah dalam pembicaraan untuk dijual dengan nilai fantastis mencapai USD 8 miliar atau sekitar Rp128 triliun. Informasi ini diungkap oleh tiga sumber kepada Reuters, yang menyebutkan bahwa pembeli potensial berasal dari kelompok investor yang dipimpin Forest Road Company, sebuah perusahaan investasi asal Los Angeles, Amerika Serikat.
OnlyFans, yang melonjak popularitasnya selama pandemi COVID-19, dikenal sebagai platform yang memungkinkan kreator konten dewasa memonetisasi karya mereka melalui sistem langganan. Platform ini mengambil komisi sebesar 20% dari penghasilan para kreator.
Menurut dokumen resmi yang diajukan ke regulator Inggris, pendapatan OnlyFans sepanjang tahun yang berakhir pada November 2023 mencapai USD 6,6 miliar—melonjak drastis dari USD 375 juta pada tahun 2020. Pertumbuhan yang pesat inilah yang menarik minat banyak investor.
Meski pembicaraan dengan Forest Road menjadi yang paling menonjol, laporan menyebutkan bahwa pemilik OnlyFans, Fenix International Ltd, juga sedang menjajaki kemungkinan penjualan ke pihak lain, bahkan opsi penawaran saham perdana (IPO) juga masih terbuka.
Menariknya, sejumlah eksekutif Forest Road sebelumnya pernah terlibat dalam upaya membawa OnlyFans go public melalui perusahaan akuisisi khusus (SPAC) pada 2022. Kini, mereka kembali menjadi kandidat kuat dalam proses akuisisi.
OnlyFans sendiri dimiliki secara penuh oleh Leonid Radvinsky, pengusaha Ukraina-Amerika yang membeli perusahaan ini pada 2018. Dalam tiga tahun terakhir, ia dilaporkan telah mengantongi lebih dari USD 1 miliar dalam bentuk dividen.
Namun, popularitas OnlyFans juga diiringi oleh kontroversi. Sebelumnya, investigasi Reuters mengungkapkan bahwa platform ini pernah menjadi tempat beredarnya konten eksploitasi seksual anak dan pornografi non-konsensual sejak 2019. Temuan ini membuat sejumlah investor besar dan institusi keuangan enggan terlibat lebih jauh.
Hingga saat ini, pihak OnlyFans maupun Forest Road belum memberikan pernyataan resmi terkait proses penjualan yang sedang berlangsung. Namun, menurut sumber, kesepakatan bisa tercapai dalam satu hingga dua pekan ke depan, meskipun belum ada jaminan bahwa transaksi ini benar-benar akan terealisasi.
