OnlyFans Dikabarkan Akan Dijual Seharga 8 Miliar Dolar

LOGIC.co.id – Perusahaan induk OnlyFans, Fenix International Ltd, dilaporkan tengah dalam pembicaraan untuk menjual platform konten dewasa populer tersebut kepada sekelompok investor dengan valuasi mencapai USD 8 miliar, menurut tiga sumber yang dikutip Reuters, Rabu (22/5/2025).

Kelompok investor tersebut dipimpin oleh Forest Road Company, firma investasi asal Los Angeles yang sebelumnya pernah berupaya membawa OnlyFans ke bursa saham melalui perusahaan akuisisi bertujuan khusus (SPAC) pada tahun 2022.

- Advertisement -

Sampai saat ini, identitas lengkap para investor dalam grup tersebut belum diungkap, dan baik OnlyFans maupun Forest Road belum memberikan komentar resmi terkait isu ini.

Lonjakan Pendapatan dan Ketertarikan Investor

OnlyFans meroket popularitasnya selama pandemi COVID-19 sebagai platform digital yang memungkinkan kreator konten dewasa memonetisasi materi mereka melalui langganan. Perusahaan ini mengambil potongan 20% dari penghasilan para kreator.

Menurut dokumen yang diajukan ke otoritas keuangan Inggris, pendapatan OnlyFans melonjak dari USD 375 juta pada tahun 2020 menjadi USD 6,6 miliar pada akhir November 2023. Pertumbuhan tajam ini menarik perhatian berbagai pihak, termasuk calon investor baru.

- Advertisement -

Selain Forest Road, Fenix International juga disebut tengah menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak lain. Diskusi akuisisi ini telah berlangsung sejak Maret 2025, dan beberapa sumber menyebut kesepakatan bisa terjadi dalam waktu satu hingga dua pekan mendatang. Namun, belum ada kepastian apakah kesepakatan benar-benar akan terjadi.

IPO Masih Jadi Opsi

Selain penjualan kepada investor, Fenix International juga dikabarkan masih mempertimbangkan opsi Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham perdana untuk membawa OnlyFans ke pasar modal.

Pemilik tunggal OnlyFans adalah Leonid Radvinsky, warga keturunan Ukraina-Amerika yang membeli perusahaan tersebut pada 2018. Berdasarkan catatan publik di Inggris, ia telah menerima setidaknya USD 1 miliar dalam bentuk dividen dalam tiga tahun terakhir.

- Advertisement -

Citra Kontroversial Hambat Investasi

Meskipun profitabilitasnya tinggi, OnlyFans menghadapi citra kontroversial. Investigasi yang dilakukan Reuters sebelumnya mengungkap adanya dugaan konten ilegal, seperti materi pelecehan seksual anak, pornografi non-konsensual, dan perdagangan manusia, yang sempat beredar di platform tersebut sejak 2019. Hal ini membuat banyak lembaga keuangan besar enggan terlibat karena khawatir dengan hasil audit dan uji tuntas (due diligence).

Diberitakan pula oleh New York Post bahwa OnlyFans tengah menjajaki opsi penjualan perusahaan.

Tentang Forest Road

Forest Road Company, yang didirikan pada 2017, dikenal sebagai perusahaan investasi yang berfokus pada media, energi terbarukan, dan aset digital. Beberapa proyeknya termasuk tim balap Formula E dan akuisisi mayoritas saham di ACF Investment Bank pada tahun 2024 sebagai bagian dari ekspansi lini bisnis advisori.

Baca Juga
TERKAIT
TERKINI