Tagihan Listrik Naik Usai Diskon, Anggota DPR ke PLN: Lindungi Rakyat atau Rampok Uang Rakyat?

Jakarta, LOGIC.co.id – Anggota Komisi VI DPR RI, P Mufti Aimah Nurul Anam, melontarkan kritik tajam kepada Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (22/5/2025).

Mufti menyoroti lonjakan tagihan listrik yang terjadi setelah program diskon 50 persen berakhir pada Februari 2025. Ia mempertanyakan posisi PLN sebagai BUMN: apakah benar-benar melindungi rakyat atau justru mengambil keuntungan besar dari masyarakat.

- Advertisement -

“Setelah program diskon selesai, rakyat merasakan lonjakan tagihan yang luar biasa, 30–50 persen. Maka, mohon dijelaskan, PLN ini melindungi rakyat atau merampok uang rakyat?” tegas Mufti.

Rakyat Mengeluh, Tagihan Listrik Meroket

Kritik tersebut didasarkan pada banyaknya aduan masyarakat terkait lonjakan tagihan listrik sejak Maret 2025. Program diskon sebelumnya diberikan kepada pelanggan rumah tangga dengan daya di bawah 2.200 VA.

Mufti menilai penjelasan PLN tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Ia mengaku menerima banyak keluhan dari warga yang mengaku tagihan mereka naik dua kali lipat padahal konsumsi listrik tidak berubah.

- Advertisement -

“Kalau memang tarifnya naik, katakan terus terang. Jangan bohongi rakyat. Nyatanya ribuan orang merasakan kenaikan tagihan ini,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Rakyat Kecil Paling Terdampak

Dalam pernyataannya, Mufti mengingatkan bahwa kenaikan sekecil apapun sangat berdampak bagi masyarakat berpendapatan rendah. Menurutnya, kenaikan Rp 5.000–Rp 10.000 saja sudah terasa berat, apalagi jika lonjakan mencapai puluhan ribu rupiah.

“Rakyat kami, kadang untuk pegang Rp 1.000 saja susah, Pak. Maka tolong gunakan akal sehat dan hati nurani,” tuturnya penuh keprihatinan.

- Advertisement -

PLN: Lonjakan Karena Pemakaian

Menanggapi keluhan masyarakat, Vice President Komunikasi Korporat PLN, Grahita Muhammad, menyampaikan bahwa lonjakan tagihan listrik bisa terjadi karena pola pemakaian listrik yang meningkat.

“Adanya lonjakan tagihan listrik bisa disebabkan oleh pola pemakaian yang meningkat,” ujar Grahita dalam pernyataan resmi kepada media (6/4/2025).

Namun, penjelasan ini belum memuaskan masyarakat. Di media sosial, terutama kolom komentar Instagram @pln_id, warganet membanjiri unggahan PLN dengan keluhan dan kekecewaan.

Salah satunya ditulis oleh akun @saega:
“Tagihan listrik bulan ini tiba-tiba melonjak 100 persen padahal pemakaian normal. Sungguh terlalu PLN ini.”

Sementara itu, akun @_xo menuliskan:
“Listrik naik dua kali lipat, padahal pemakaian sama. PLN kan nggak ada saingannya, kenapa seenaknya naikkan harga?”

Desakan Penjelasan Transparan

Mufti mendesak PLN untuk memberikan penjelasan transparan dan jujur kepada rakyat agar tidak timbul keresahan berkepanjangan. Ia meminta PLN tidak berlindung di balik narasi "pemakaian meningkat" jika faktanya tarif memang mengalami penyesuaian setelah program diskon dihentikan.

“Kalau memang naik, sampaikan saja alasannya. Jangan biarkan rakyat terus deg-degan dan merasa dibohongi,” pungkasnya.

Baca Juga
TERKAIT
TERKINI