Polda Jabar dan KDM Akan Berantas Pungli di Pasar dan Parkir Liar

LOGIC.co.id – Praktik pungutan liar (pungli) di pasar tradisional kembali menjadi sorotan. Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudi Setiawan, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi para pedagang kecil yang kerap menjadi sasaran pemalakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Dalam pernyataannya usai penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov Jawa Barat, Polda Jabar, dan Polda Metro Jaya pada Jumat (16/5/2025), Irjen Rudi menegaskan bahwa praktik pungli seperti ini tidak bisa dibiarkan terus berlangsung.

- Advertisement -

“Di pasar-pasar itu, rakyat kecil, pedagang kecil diambil-ambilin duitnya Rp 5.000 segala rupa. Parkir liar di mana-mana. Ini harus diberantas,” ujarnya tegas.

Rakyat Kecil Jadi Korban

Pungutan liar ini menyasar pedagang pasar yang sudah berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Uang yang seharusnya digunakan untuk modal atau kebutuhan sehari-hari justru harus disetorkan kepada oknum-oknum yang memanfaatkan kondisi lemahnya pengawasan.

“Rp 5.000 mungkin terlihat kecil, tapi bagi pedagang yang hanya untung puluhan ribu sehari, itu sangat berarti,” ucap salah satu pedagang di Pasar Andir, Bandung.

- Advertisement -

Pungli tidak hanya terjadi dalam bentuk uang keamanan, tetapi juga pada tarif parkir liar yang tidak sesuai aturan. Oknum sering mematok tarif tanpa dasar hukum, bahkan terkadang disertai intimidasi.

Polisi Akan Lakukan Patroli Gabungan

Sebagai langkah konkret, Irjen Rudi menyatakan pihaknya akan menggencarkan patroli gabungan bersama TNI dan Satpol PP. Fokus pengawasan akan diarahkan ke pasar tradisional, kawasan industri, dan pemukiman padat penduduk lokasi yang kerap dijadikan ladang pungli.

“Kita akan bangun posko keamanan di titik-titik rawan, terutama di kawasan yang banyak UMKM-nya. Keamanan pedagang adalah prioritas kami,” tegasnya.

- Advertisement -

Pemerintah Dukung Penindakan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut mendukung langkah tegas tersebut. Ia menilai bahwa keamanan adalah prasyarat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi rakyat, terutama pelaku UMKM yang sangat rentan terhadap praktik pungli.

“Kondisi pasar yang aman akan memberi rasa nyaman bagi pedagang dan pembeli. Jika pasar tertib, ekonomi lokal pun akan tumbuh lebih sehat,” ujar Dedi.

Masyarakat Diimbau Berani Melapor

Polda Jabar juga membuka saluran pengaduan bagi masyarakat yang menjadi korban pungli. Irjen Rudi mengajak warga untuk tidak takut melapor apabila menemukan praktik pemalakan atau pungutan tidak sah di lingkungan sekitar.

“Jangan takut. Laporkan jika ada yang memalak. Kita akan tindaklanjuti,” pesannya.

Baca Juga
TERKAIT
TERKINI