LPG 3 Kg Langka di Jepara, Harga Meroket hingga Rp32.000 per Tabung

Jepara, LOGIC.co.id - Warga Jepara masih menghadapi kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kilogram atau tabung melon. Kelangkaan ini menyebabkan harga di tingkat pengecer melonjak hingga Rp32.000 per tabung, jauh di atas harga eceran tertinggi (HET).

Berdasarkan pemantauan LOGIC.co.id pada Rabu (19/2/2025), LPG subsidi ini sulit ditemukan di beberapa kecamatan. Para pengecer mengaku stok yang tersedia sangat terbatas dan hanya cukup untuk pelanggan tetap. Akibatnya, banyak warga terpaksa beralih ke bahan bakar alternatif.

- Advertisement -

"Daripada gak masak, saya kembali menggunakan kayu bakar," ujar Nina (39), warga Bangsri, Jepara. Hal serupa dialami Agus (52), warga Kecamatan Jepara Kota, yang memilih beralih ke gas nonsubsidi 5 kilogram karena sudah berkeliling mencari LPG 3 kilogram tetapi tidak mendapatkannya.

Jatah LPG Subsidi di Jepara Berkurang

Pemerintah Kabupaten Jepara mengakui adanya pengurangan kuota LPG 3 kilogram pada tahun ini. Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kabupaten Jepara, Ferry Yudha Adhi Dharma, menyebutkan bahwa jatah LPG subsidi di Jepara pada 2025 turun sebanyak 53.000 tabung, dari 11.437.667 tabung pada 2024 menjadi 11.384.000 tabung.

"Ada penurunan sebanyak 53 ribu tabung dibandingkan tahun sebelumnya, dan ini berdampak pada kelangkaan di sejumlah kecamatan," ujarnya.

- Advertisement -

Pemerintah berjanji akan menata ulang distribusi agar lebih merata, sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan gas bersubsidi.

Harga LPG Melambung, Warga Berharap Solusi Cepat

Dengan pasokan yang berkurang, harga LPG subsidi pun melambung. Normalnya, LPG 3 kilogram dijual dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Namun, karena kelangkaan, warga harus membayar hingga Rp32.000 per tabung, hampir dua kali lipat dari harga normal.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Jepara dan pihak terkait segera mengatasi masalah ini dengan menyalurkan pasokan secara lebih merata dan menindak tegas pengecer nakal yang menaikkan harga seenaknya.

Baca Juga
TERKAIT
TERKINI