LOGIC.co.id – Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kembali menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial X. Banyak warganet berbagi pengalaman serta memberikan peringatan kepada calon pembeli rumah agar benar-benar memahami skema dan total biaya KPR, termasuk kemungkinan biaya pelunasan yang bisa mencapai dua kali harga rumah awal.
Salah satu cuitan yang viral datang dari akun @KaCu*** yang mengingatkan agar calon debitur melakukan riset mendalam sebelum mengambil KPR.
"KPR merupakan musuh sobat cash karena kalau dihitung sampai lunas, total bayar rumah bisa 2x lipat dari awal (sayang banget kan?!)," tulis akun tersebut, Selasa (15/4/2025).
Total Biaya KPR Bisa Mencapai Hampir Dua Kali Lipat
Menanggapi viralnya diskusi ini, perencana keuangan Andy Nugroho mengungkap bahwa pernyataan tersebut tidak keliru. Dalam beberapa kasus, total biaya pelunasan KPR bisa mendekati dua kali lipat harga rumah, terutama bila tenor panjang dan bunga tetap diberlakukan.
“Misalnya harga rumah Rp 500 juta, bunga KPR 5 persen per tahun, dan tenor 15 tahun. Maka bunga per tahun Rp 25 juta. Jika dikalikan 15 tahun, total bunga menjadi Rp 375 juta,” kata Andy saat dihubungi, Kamis (17/4/2025).
Dengan total bunga sebesar Rp 375 juta, maka jumlah uang yang dibayarkan hingga pelunasan akan mencapai Rp 875 juta — hampir dua kali lipat dari harga rumah awal.
“Itu belum termasuk biaya-biaya tambahan lainnya selama proses KPR,” tambahnya.
Biaya Tambahan Lain yang Perlu Diperhatikan
Selain bunga, calon pembeli rumah lewat KPR juga perlu mempertimbangkan berbagai biaya tambahan seperti:
- Biaya provisi dan administrasi
- Asuransi jiwa dan properti
- Biaya notaris dan balik nama
- Pajak pembeli (BPHTB)
- Biaya appraisal
Semua biaya ini dapat semakin menambah total pengeluaran yang harus disiapkan oleh debitur.
Lebih Murah Beli Rumah Cash?
Terkait opsi pembayaran rumah secara tunai (cash), Andy menyebut bahwa pilihan ini tentu jauh lebih murah karena tidak terbebani bunga.
“Membeli rumah secara cash membuat kita hanya membayar sesuai harga rumah yang sebenarnya,” jelasnya.
Namun, Andy juga mengingatkan bahwa membeli rumah secara tunai membutuhkan waktu untuk mengumpulkan dana, dan bisa menimbulkan risiko lain.
“Sering kali rumah yang diincar sudah keburu terjual atau harganya naik ketika uangnya sudah terkumpul,” katanya.
Alternatif Lain Selain KPR
Untuk menghindari bunga tinggi dari KPR, Andy menyarankan masyarakat untuk mencari developer yang tidak bekerja sama dengan bank, sehingga cicilan dilakukan langsung tanpa bunga.
“Skema ini biasanya lebih fleksibel, dan tidak memberatkan karena tidak ada bunga pinjaman,” ujarnya.
Namun, calon pembeli juga harus tetap memeriksa legalitas developer dan kelengkapan dokumen agar tidak terjebak dalam skema penipuan.
Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk membeli rumah melalui KPR, penting untuk memahami seluruh biaya dan risiko yang mungkin timbul, serta menimbang kembali alternatif lain yang sesuai dengan kondisi finansial Anda.
