Jakarta, LOGIC.co.id - Menyambut Hari Raya Idulfitri 1446 H pada 31 Maret 2025, Tunjangan Hari Raya (THR) kembali menjadi penyelamat keuangan masyarakat Indonesia. Tak hanya untuk merayakan momen kebersamaan, THR juga jadi andalan untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan Lebaran. Riset Jakpat 2024 mengungkap fakta menarik: 59% responden mengandalkan THR di luar gaji, dan 80% di antaranya memakainya untuk zakat serta kebutuhan makanan sehari-hari.
Bukan cuma itu, tiga dari empat orang ternyata masih fokus membelanjakan THR untuk keperluan primer seperti kuliner Ramadan. Sisanya dialokasikan untuk buka puasa bersama (bukber), mudik, belanja baju baru, hingga hampers untuk keluarga dan kerabat. Khusus bagi profesional muda yang baru merasakan THR pertama, ini jadi momen spesial, tapi juga tantangan untuk bijak mengelola keuangan.
THR Pertama, Kesempatan Emas untuk Disiplin Finansial
Bagi kamu yang baru berkarier, THR bisa menjadi awal membentuk kebiasaan keuangan yang lebih baik. Di tengah biaya hidup yang terus naik dan ekonomi yang tak menentu, perencanaan matang jadi kunci agar THR tak habis sia-sia. Berikut beberapa langkah praktis untuk memanfaatkannya secara optimal.
Evaluasi Pengeluaran Bulanan
Sebelum berbelanja, pahami dulu kondisi keuanganmu. Catat semua pengeluaran rutin seperti makanan, transportasi, dan sewa, termasuk pos kecil yang sering terlewat seperti langganan aplikasi atau donasi. Gunakan aplikasi pencatat keuangan untuk mempermudah proses ini.
Utamakan Zakat dan Kebutuhan Pokok
Alokasikan THR dengan bijak. Prioritaskan zakat fitrah, setara 2,5 kg bahan pokok atau uang tunai, sebagai wujud berbagi rezeki. Setelah itu, gunakan metode 50/30/20 untuk anggaran: 50% untuk kebutuhan dasar seperti makanan dan mudik, 30% untuk tabungan atau dana darurat, serta 20% untuk keinginan seperti baju baru atau hampers.
Hemat dengan Cara Cerdas
Ingin mudik hemat? Pesan tiket jauh hari atau manfaatkan program mudik gratis. Untuk bukber, tentukan batas pengeluaran agar tak membengkak. Jika THR terasa kurang, coba manfaatkan peluang bisnis Ramadan, seperti jualan kue atau pakaian.
Selesaikan Utang dengan Strategi
Jangan abaikan utang saat menerima THR. Coba metode snowball: lunasi utang terkecil lebih dulu sambil tetap bayar minimum untuk utang lain. Bayar tepat waktu agar beban finansial tak bertambah.
Sisihkan untuk Masa Depan
Setelah kebutuhan terpenuhi, sisihkan 30% THR untuk dana darurat, terutama pasca-pengeluaran Lebaran. Jika memungkinkan, investasikan sebagian ke instrumen sederhana seperti reksa dana, atau kembangkan diri dengan ikut kursus keterampilan.
Jaga Keamanan Transaksi
Ramadan dan Lebaran identik dengan lonjakan transaksi, dari belanja online hingga pembayaran bukber. Waspada terhadap penipuan, terutama menjelang batas pelaporan pajak 31 Maret 2025. Jaga kerahasiaan PIN dan OTP, serta periksa setiap transaksi dengan teliti.
Rayakan Lebaran dengan Hati Tenang
Dengan perencanaan yang matang, THR bisa dimanfaatkan tanpa mengganggu stabilitas keuangan pasca-Lebaran. Momen ini tak hanya tentang merayakan hasil kerja keras, tapi juga kesempatan berbagi dan mempersiapkan masa depan. Jadi, siap kelola THR-mu dengan cerdas untuk Lebaran 2025?
