Sukoharjo, LOGIC.co.id - Hingga Selasa (8/4/2025), para mantan karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) masih belum mendapat kepastian soal kelanjutan pekerjaan mereka di bawah kepemilikan investor baru.
Padahal sebelumnya, eks karyawan Sritex diminta mengisi formulir kesiapan kembali bekerja. Formulir tersebut memuat data diri lengkap seperti nama, tempat tanggal lahir, NIK, alamat, pendidikan, pengalaman kerja, hingga bagian/unit kerja terakhir di perusahaan.
"Informasinya kemarin katanya mau kerja (lagi), tapi kenyataannya tidak kerja. Sampai sekarang belum ada kepastian," ujar Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PT Sritex, Widada, saat dikonfirmasi, Selasa (8/4/2025).
Menunggu Tanpa Kejelasan
Menurut Widada, hingga kini belum ada penjelasan resmi soal kapan eks karyawan tersebut bisa kembali bekerja. Sebagian dari mereka memilih menunggu di rumah dan belum mengambil pekerjaan di tempat lain, dengan harapan bisa kembali ke Sritex.
Namun, ada juga yang sudah memilih bekerja di perusahaan lain karena tak ingin terus menggantungkan diri tanpa kepastian.
"Mereka menunggu itu karena belum ada kepastian. Sampai hari ini, belum ada kabar apa pun," lanjut Widada.
Pernyataan Menaker Soal Kontrak Kerja
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli sempat mengunjungi PT Sritex dan menyampaikan bahwa proses penandatanganan kontrak kerja dengan investor baru telah dilakukan pada Senin (17/3/2025).
"Hari ini terkonfirmasi telah dilakukan penandatanganan kontrak kerja untuk bekerja kembali eks pekerja Sritex Grup dengan investor," kata Yassierli saat kunjungan ke Sritex di Sukoharjo, Jawa Tengah.
Ia menyebutkan bahwa pembukaan kembali operasional Sritex tidak lepas dari upaya tim kurator yang terus mendorong kelanjutan aktivitas produksi.
"Alhamdulillah, progres yang luar biasa. Saya sangat bersyukur, ini adalah kolaborasi banyak pihak. Saya hadir langsung untuk melihat kondisinya," tambahnya.
Meski pernyataan Menaker memberikan harapan baru, realitas di lapangan menunjukkan masih banyak eks karyawan yang belum dihubungi atau dipanggil kembali untuk bekerja. Mereka kini berharap kejelasan dari pihak manajemen dan investor terkait nasib mereka ke depan.
