LOGIC.co.id – Elon Musk kembali membuat kejutan dengan mengumumkan bahwa X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter) telah diakuisisi oleh perusahaannya sendiri, xAI. Akuisisi ini dilakukan melalui transaksi saham penuh, yang kini menetapkan valuasi xAI sebesar USD 80 miliar, sementara X bernilai USD 33 miliar. Sebagai perbandingan, Musk awalnya membeli Twitter seharga USD 44 miliar pada April 2022.
Dalam pernyataan yang dibagikan melalui X, Musk menegaskan bahwa masa depan kedua perusahaan kini saling terkait. “Hari ini, kami resmi mengambil langkah untuk menggabungkan data, model, komputasi, distribusi, dan talenta dari kedua perusahaan,” tulisnya.
Strategi Besar di Balik Akuisisi
Musk menjelaskan bahwa penggabungan ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi besar dari teknologi AI milik xAI dengan jangkauan luas X sebagai platform media sosial. “Kombinasi ini akan menghadirkan pengalaman yang lebih cerdas dan bermakna bagi miliaran orang, sekaligus tetap berpegang pada misi utama kami dalam mencari kebenaran dan memajukan pengetahuan. Ini akan memungkinkan kami membangun platform yang tidak hanya mencerminkan dunia, tetapi juga mempercepat kemajuan manusia,” tambahnya.
Meskipun valuasi X saat ini disebut mencapai USD 33 miliar, laporan dari Emerge menyebutkan bahwa Fidelity Investments sempat menaksir nilai platform ini hanya sekitar USD 9,4 miliar pada Oktober 2024. Meski ada kenaikan nilai hingga akhir tahun, valuasi X masih turun 77% dibandingkan harga belinya oleh Musk.
Dampak dan Implikasi Merger
Langkah ini dipandang sebagai upaya Musk untuk menarik investor baru, meningkatkan valuasi perusahaan, dan mengalihkan narasi dari akuisisi Twitter yang penuh gejolak. Selain itu, X saat ini masih menanggung utang sebesar USD 12 miliar, sehingga merger ini dapat memberikan peluang baru dalam strategi keuangan dan pengembangan teknologi.
Sebagai informasi, sejak didirikan dua tahun lalu, xAI telah berkembang pesat menjadi salah satu laboratorium AI terkemuka di dunia, dengan fokus pada pengembangan model kecerdasan buatan dan pusat data canggih. Akuisisi ini semakin menegaskan ambisi Musk dalam menggabungkan media sosial dengan teknologi AI guna menciptakan ekosistem digital yang lebih maju.