Alasan Lebaran 2025 Sepi Pemudik Ini Penyebab Utamanya

LOGIC.co.id – Suasana Lebaran 2025 kali ini terasa berbeda. Jalanan yang biasanya dipadati kendaraan pemudik menuju kampung halaman kini tampak lengang. Berdasarkan prediksi Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik tahun ini hanya mencapai 146,48 juta orang, turun drastis 24% dibandingkan tahun lalu yang mencatat 193,6 juta pemudik. Apa yang menyebabkan tradisi mudik Lebaran kali ini jauh lebih sepi dari biasanya?

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Melemah

Salah satu faktor utama yang mencuat adalah kondisi ekonomi yang sulit. Data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Februari 2025 menunjukkan penurunan ke angka 126,4, mengindikasikan pesimisme masyarakat terhadap situasi ekonomi. Ekonom Senior KB Valbury Sekuritas, Fikri C Permana, menyebutkan bahwa gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor industri sejak akhir 2024 menjadi pemicu utama. “Banyaknya PHK dan ketidakpastian ekonomi membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang, termasuk untuk mudik,” ungkapnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Waspada Jebakan Macet di Tol Hindari Pulang Lebaran di Tanggal Ini

Tak hanya itu, daya beli yang melemah juga tercermin dari realisasi penukaran uang Lebaran yang jauh di bawah target. Bank Indonesia melaporkan bahwa hingga pertengahan Maret 2025, hanya Rp67,1 triliun dari Rp180,9 triliun uang layak edar yang terserap—kurang dari 37%. “Ini menunjukkan masyarakat cenderung menyimpan uang ketimbang membelanjakannya untuk kebutuhan Lebaran atau mudik,” kata Agus Santoso, Ekonom Bank Mandiri.

Dampak Bencana dan Program Mudik Gratis

Selain faktor ekonomi, bencana alam seperti banjir besar di awal Maret 2025 turut memperparah situasi. Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jawa dan Sumatera mengganggu persiapan mudik, merusak infrastruktur jalan, dan memaksa banyak keluarga untuk fokus pada pemulihan ketimbang bepergian. “Banjir kemarin cukup masif, banyak yang memilih stay di rumah untuk menghemat biaya,” tambah Fikri.

- Advertisement -
Baca Juga:  Waspada Jebakan Macet di Tol Hindari Pulang Lebaran di Tanggal Ini

Di sisi lain, program mudik gratis yang digencarkan pemerintah juga berkontribusi pada penurunan animo mudik mandiri. Dengan kuota besar seperti 250 bus gratis untuk rute Sumatera dari Bekasi, banyak masyarakat beralih dari transportasi komersial ke opsi gratis ini. “Penjualan tiket bus komersial anjlok, pemudik lebih pilih yang gratisan,” keluh Sumarni, penjual tiket bus di Terminal Bekasi.

Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat

Menariknya, survei juga menunjukkan pergeseran prioritas masyarakat dalam menggunakan Tunjangan Hari Raya (THR). Jika sebelumnya THR kerap digunakan untuk mudik dan belanja kebutuhan Lebaran, kini lebih banyak dialokasikan untuk tabungan atau kebutuhan pokok. Generasi Z, misalnya, cenderung menyisihkan 65% THR untuk menabung, sementara hanya 19% yang digunakan untuk mudik. “Kondisi ekonomi membuat orang lebih defensif, fokus ke barang primer ketimbang bepergian,” jelas Agus.

- Advertisement -
Baca Juga:  Waspada Jebakan Macet di Tol Hindari Pulang Lebaran di Tanggal Ini

Puncak Mudik Tetap Sepi

Meski pemerintah memperpanjang libur Lebaran menjadi 20 hari (21 Maret hingga 8 April) untuk mengurai kepadatan, arus mudik puncak pada 28-30 Maret 2025 tetap terpantau sepi. Jalur Pantura seperti Surabaya-Semarang bahkan dilaporkan lengang, jauh dari gambaran kemacetan khas Lebaran sebelumnya. “Kami prediksi ada 12,1 juta orang bergerak di puncak mudik, tapi realitasnya jauh lebih rendah,” ungkap Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.

Lebaran Gelap 2025: Tantangan ke Depan

Fenomena “Lebaran Gelap” ini menjadi cerminan tantangan ekonomi yang belum usai. Dengan perputaran uang Lebaran yang diprediksi hanya Rp137,975 triliun—turun dari Rp157,3 triliun pada 2024—dampaknya tak hanya terasa pada sektor transportasi, tetapi juga perdagangan dan pariwisata. Pemerintah kini dituntut untuk segera mencari solusi agar tradisi mudik dan semarak Lebaran bisa kembali menggeliat di tahun mendatang.

- Advertisement -
Simak breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu. Ikuti WhatsApp Channel kami: Ikuti Sekarang

Baca Juga

Terpopuler

spot_img
TERKAIT

Baca Juga

TERKINI